Blogroll

Rabu, 13 Februari 2013

fisiologi masa nifas


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Masa Nifas (puerperium) dimulai setelah placenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 mingggu. Wanita yang melalui priode puerperium disebut puerpura. Puerperium (Nifas) berlangsung selama 6 minggu atau 42 hari, merupakan waktu yang diperlukan untuk pulihnya alat kandungan pada keadaan yang normal.
Masa nifas (puerperium) adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti pra-hamil. Lama masa nifas ini 6-8 minggu.
Batasan waktu nifas yang pa;ing singkat (minimum) tidak ada batasan waktunya, bahkan bisa jadi dalam waktu yang relatif pendek darah sudah keluar, sedangkan batasan maksimumnya adalah 40 hari.
Jadi masa nifas (puerperium) adalah masa setelah keluarnya placenta sampai alat-alat reproduksi pulih seperti sebelum hamil dan secara normal masa nifas berlangsung selama 6 minggu atau 40 hari.

B.     Rumusan Masalah
1.      Pengertian masa nifas (puerperium)
2.      Proses laktasi dan menyusui
3.      Respon orang tua terhadap bayi baru lahir
4.      Perubahan fisiologi masa nifas
5.      Proses adaptasi psikologi ibu masa nifas
6.      Kebutuhan dasar ibu masa nifas
7.      Tindak lanjut asuhan masa nifas dirumah
8.      Komplikasi masa nifas 





C.     Tujuan
1.      Tujuan Umum
Membantu ibu dan pasangannya selama masa transisi awal mengasuh anak.
2.      Tujuan Khusus
a.       Menjaga kesehtan ibu dan bayi baik fisik maupun psikologinya.
b.      Melakukan Skrining yang komprehensif, mendetaksi masalah, mengobati/merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu dan bayinya.
c.       Memberikan pendidikan kesehatan, tentang perawatan kesehtan dini, Nutrisi, KB, Menyusui, Penberian Imunisasi, dan perawatan bayi sehat.
d.      Memberikan pelayanan KB.

D.    Peran dan tanggung jawab bidan dalam masa nifas
Peran dan tangggung jawab bidan dalam masa nifas adalah:
1.      Mendeteksi dini komplikasi dan perlunya rujukan
2.      Memberikan konseling untuk ibu dan keluarganya mengenai caranya mencegah perdarahan, mengenali tanda-tanda bahaya, menjaga gizi yang baik, serta mempraktekkan kebersihan yang aman
3.      Memfasilitasi hubungan dan ikatan batin antara ibu dan bayi
4.      Memulai dan mendorong pemberian ASI



BAB II
TINJAUAN TEORI
A.    Pengertian
Masa nifas (puerperium) atau masa post partum adalah masa masa setelah keluarnya placenta sampai alat-alat reproduksi pulih seperti sebelum hamil dan secara normal masa nifas berlangsung sampai enam minggu atau 42 hari berikutnya disertai Batasan waktu masa nifas yang paling singkat (minimum) tidak ada batas waktunya, bayhkan bisa jadi dalam waktu yang relatif pendek darah sudah keluar, sedangkan batasan maksimumnya adalah 40 hari.
Masa nifas (puerperium) adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti pra-hamil. Lama masa nifas ini 6-8 minggu.
Jadi masa nifas (puerperium) adalah masa setelah keluarnya placenta sampai alat-alat reproduksi pulih seperti sebelum hamil dan secara normal masa nifas berlangsung selama 6 minggu atau 40 hari.
Tahapan masa nifasdibagi menjadi 3 tahap:
1.      Puerperium dini
Kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan.
2.      Puerperium intermedial
Kepulihan menyeluruh alat-alat genetalia yang lamanya 6-8minggu
3.      Remot puerperium
Waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyaikomplikasi. Waktu untuk sehat sempurna bisa berminggu-minggu, bulanan, tahunan.
Kebijakan program nasional masa nifas
Paling sedikit 4 kali kunjungan masa nifas dilakukan untuk menilai status ibu dan bayi baru lahir, dan untuk mencegah, mendeteksi dan menangani masalah-masalah yang terjadi baik pada ibu maupun bayi.
1.      Kunjungan pertama (6-8 jam setelah persalinan)
1)      Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri
2)      Mendeteksi dan merawat penyebablain perdarahan, rujuk bila perdarahan berlanjut
3)      Memberi konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga bagaimana mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri
4)      Pemberian ASI awal
5)      Membimbing ibu bagaimana tehnik melakukan hubungan antara ibu dan bayi baru lahir
6)      Mencegah bayi tetap sehat dengan cara mencegah hipotermi
Petugas kesehatan termasuk bidan yang menolong persalinan harus tinggal dengan ibu dan bayi baru lahir untuk 2 jam pertama setelah kelahiran atau sampai keadaan ibu dalam kondisi stabil.
2.      Kunjungan kedua (6 hari setelah persalinan)
1)      Memastikan uterus berjalan normal, uterus berkontraksi kuat, fundus dibawah umbilikus, tidak ada perdarahan abnormal, tidak ada bau
2)      Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi atau perdarahan abnormal
3)      Memastikan ibu mendapat cukup makanan, cairan dan istirahat
4)      Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak memperlihatkan tanda-tanda penyulit
5)      Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi, menjaga bayi tetap hangat dan merawat bayi sehari-hari
3.      Kunjungan ketiga (2 minggu setelah persalinan)
Sama seperti kunjungan 6 hari
4.      Kunjungan keempat (6 minggu setelah persalinan)
1)      Menayakan pada ibu tentang penyulit yang dialami oleh ibu maupun bayi
2)      Memberikan konseling untuk KB secara dini

B.     Proses laktasi dan menyusui
ASI Ekslusif adalah bayi yang hanya diberi ASI saja, tanpa tambahan cairan atau makanan apapun sampai umur 6 bulan. Seperti susu formula, jeruk, madu, air teh dan air putih serta tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, bubur susu, biskuit, bubur nasi dan nasi tim.




Manfaat pemberian ASI Esklusif yaitu:
a.       ASI sebagai nutrisi
b.      ASI sebagai daya tahan tubuh
c.       ASI meningkatkan jalinan kasih sayang
d.      ASI sebagai penghemat biaya obat-obatan
e.       ASI sebagai tenaga
f.       ASI sebagai sarana kesehatan yang murah
g.      ASI dapat menciptakan generaso penerus bangsa yang tangguh dan berkualitas
Zat kekebalan yang terkandung dalam ASI yaitu:
a.       Faktor bifidus : mendukung proses perkembangan bakteri yang “menguntungkan” dalam usus bayi, untuk mencegah pertumbuhan bakteri yang merugikan
b.      Laktoferin: mengikat zat besi dalam ASI sehinggga zat besi tidak digunakan oleh bakteri pathogen untuk pertumbuhannya
c.       Anti alergi
d.      Mengandung zat anti virus polio
e.       Menjaga pencernaaan dengan membantu pertumbuhan selaput usus bayi sebagai perisai untuk menghindari zat-zat merugikan yang masuk ke dalam peredaran darah
Komposisi ASI yaitu :
a.       Kolostrum
a)      Merupakan cairan kental yang pertama kali keluar kental dengan warna kekuning-kuningan dibanding susu matur
b)      Disekresikan hari ke 1 sampai hari ke 3, bila dipanaskan akan menggumpal, sedangkan ASI matur tidak
c)      Merupakan pencahar yang ideal untuk membersihkan mekonium dari usus bayi yang baru lahir dan mempersiapkan salauran pencernaan makanan bayi bagi makanan yang akan datang
d)     Lebih banyak mengandung karbohidrat, protein, mineral, antibodi sehingga dapat memberikan perlindungan bagi bayi sampai umur 6 bulan dibandingkan dengan ASI matur
b.      Air susu masa peralihan
a)      Merupakan ASI peralihan darim kolostrum sampai menjadi ASI yang maturedisekresi hari ke 4 sampai hari ke 10
b)      Kadar protein makin rendah sedangkan kadar karbohidrat dan lemak semakin meninggi dan volume juga semakin meningkat
c.       Air susu matur
a)      Merupakan ASI yang disekresi pada hari ke 10 dan seterusnya, komposisi relatif konstan
b)      Merupakan cairan berwarna putih kekuningan yang diakibatkan warna dari Ca-casein, riboflavin dan karoten yang terdapat didalamnya
c)      Tidak menggumpal jika dipanaskan
d)     Terdapat antimicrobial faktor, antara lain: antibody (kekbalan terhadap infeksi),
protein, hormon-hormon dan lain-lain
Cara-cara yang dapat memperbanyak produksi ASI yaitu :
a.       Bayi menyusu minimal setiap 2 jam bergantian pada kedua payudara sepuas bayi
b.      Bangunkan bayi, buka baju/bedong yang membuat rasa gerah, duduklah selama menyusui
c.       Pastikan bayi menyusu dengan posisi yang baik (menempel pada perut ibunya) dan menelan secara aktif
d.      Susui bayi ditempat tenang dan nyaman dan minumlah setiap kali menyusui
e.       Tidur bersebelahan/dekat dengan bayi
f.       Ibu meningkatkan istirahat atau minum
a.       Pengeluaran ASI dengan tangan
a)      Cuci tangan sampai bersih
b.      Pengeluaran dengan pompa

C.    Respon orang tua terhadap bayi baru lahir
1.      Bounding Attachment
Yang dimaksud bounding attachment adalah sentuhan awal atau kontak kulit antara ibu dan bayi pada menit-menit pertama sampai beberapa jam setelah kelahiran bayi. Dalam hal ini kontak ayah dan ibu akan menentukan tumbuh kembang anak menjadi optimal. Pada proses ini terjadi penggabungan berdasarkan cinta dan penerimaan yang tulus dari orang tua terhadap anaknya dan memberikan dukungan asuhan dalam perawatannya. Bayi mempelajari lingkungan dengan membedakan sentuhan dan pengalaman antara benda yang lembut dan yang keras, sama halnya dengan membedakan suhu panas dan dingin.
2.      Respon Ayah dan Keluarga
a.       Peran ayah saat ini
Calon ayah digambarkan sebagai seseorang yang menunjukkan perhatian pada kesejahteraan emosional, serta fisik janin dan ibunya. Ia tidak hanya mempunyai tanggung jawab sebagai orang tua terhadap anak, tetapi dalam kasus pertama kali menjadi seorang ayah, pria menjalani sebuah transisi peran dengan model formal yang sangat sedikit. Keterlibatan pria dalam proses kelahiran anak merupakan fenomena terkini dan mungkin tidak sama dalam setiap budaya.
b.      Respon ayah terhadap bayi dan persiapan mengasuh
Respon setiap ibu dan ayah terhadap bayinya dan terhadap pengalaman dalam membesarkan anak selalu berbeda karena mencakup seluruh spektrum reaksi dan emosi, mulai dari kesenangan yang tidak terbatas, hingga dalamnya keputusan dan duka.
c.       Ikatan awal bayi dan orang tua
Ikatan awal di artikan sebagaimana perilaku orang tua terhadap kelahiran bayinya pada masa-masa awal. Perilaku ini sangat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Yang termasuk faktor internal antara lain bagaimana ia di rawat oleh orang tuanya, bawaan genetiknya, adat istiadat dan nilai, hubungan antar pasangan, keluarga, orang lain, pengalaman kelahiran. Faktor eksternal meliputi perawatan yang diterima pada saat kehamilan, persalinan, responsivitas bayi, keadaan bayi baru lahir.
3.      Sibling Rivalry
Yang dimaksud sibling rivalry adalah adanya rasa persaingan saudara kandung terhadap kelahiran adiknya. Biasanya hal tersebut terjadi pada anak usia toddler (2-3 tahun), yang juga dikenal dengan “usia nakal” pada anak. Anak mendemonstrasikan sibling rivalrynya dengan berperilaku tempramental, misalnya menangis keras tanpa sebab, berperilaku ekstrim untuk menarik orang tuanya, atau dengan melakukan kekerasan terhadap orang tuanya.


D.    Perubahan fisiologi masa nifas
1.      Perubahan Sistem Reproduksi
a.       Pengerutan rahim (involusi)
Involusi merupakan suatu proses kembalinya uterus pada kondisi sebelum hamil. Perubahan ini dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan palpasi untuk meraba dimana TFU-nya (tinggi fundus uteri).
b.      Autolysis
Autolysis merupakan proses penghancuran diri sendiri yang terjadi di dalam otot uteri. Enzim proteolitik akan memendekkan jaringan otot yang telah sempat mengendur hingga 10 kali panjangnya dari semula dan lima kali lebarnya dari sebelum hamil.
c.       Atrofi jaringan
Jaringan yang berproliferasi dengan adanya estrogen dalam junlah besar, kemudian mengalami atrofi sebagai reaksi terhadap penghentian produksi estrogen yang menyertai pelepasan plasenta.
d.      Efek oksitoksin (kontraksi)
Intensitas kontraksi uterus meningkat secara bermakna segera setelah bayi lahir. Hal tersebut diduga terjadi sebagai respon terhadap penuruna volume  intra uterin yang sangat besar. Kontraksi dan retraksi otot uteri akan mengurangi suplai darah ke uterus. Proses ini akan membantu mengurangi bekas luka tempat implantasi plaenta dan mengurangi perdarahan.
e.       Lokhea
Lokhea adalah ekskresi cairan rahim selama masa nifas. Lokhea mengandung darah dan sisa jaringan desidua yang nekrotik dari dalam uterus. Lokhea mempunyai reaksi basa/alkalis yang dapat membuat organisme berkembang lebih cepat daripada kondisi asam yang ada pada vagina normal. Lokhea dibedakan menjadi 4 jenis berdasarkan warna dan waktu keluarnya :
·         Lokhea rubra/merah
Keluar pada hari pertama sampai hari ke 4 masa post partum.
·         Lokhea sanguinolenta
Berwarna merah kecoklatan dan berlendir. Berlangsung dari hari ke 4 sampai hari ke 7 post partum.

·         Lokhea serosa
Lokhea ini berwarna kuning kecoklatan karena mengandung serum, leukosit, dan robekan jalan lahir. Keluar pada hari ke 7 sampai hari  ke 14.
·         Lokhea alba/putih
Lokhea ini mengandung leukosit,sel desidua, sel epitel. Dapat berlangsung selama 2-6 minggu post partum.
f.       Perubahan pada serviks
Perubahan pada serviks ialah bentuk servik agak menganga sepert corong segera setelah bayi lahir. Bentuk ini disebabkan oleh corpus uteri yang dapat mengadakan kontraksi, sedangkan servik tidak berkontraksi sehingga eolah-olah pada perbatasan antara korpus dan servik berbentuk semacam cincin.
g.      Vulva dan vaginal
Vulva dan vagina mengalami penekanan serta peregangan yang sangat besar selama proses melahirkan bayi. Dalam beberapa hari pertama sesudah proses tersebut, ke dua organ ini tetap dalam keadaan kendur. Serelah 3 minggu vulva dan vagina kebali pada keadaan tidak hamil.
h.      Perinium
Segera setelah melahirkan, perinium menjadi kendur karena seelumnya teregang oleh tekanan bayiyang bergerak maju. Pada post natal hari ke 5, perinium sudah mendapatkan kembali sebagian tonusnya.
2.      Perubahan Sistem Pencernaan
Biasanya ibu akan mengalami konstpasi setelah persalinan. Hal ini disebabkan karena pada waktu persalinan alat pencernaan mengalami tekanan yang menyebabkan kolon menjadi kosong, pengeluaran cairan berlebih pada waktu persalinan, kurangnya cairan dan makanan.
3.      Perubahan Sistem Perkemihan
Setelah proses persalinan berlangsung, biasanya ibu akan sulit untuk buang air kecil dalam 24 pertama. Kemungkinan penyebab dari keadaan ini adalah terdapat spasme spinkter  dan edema leher kanduung kemih sesudah bagian ini mengalami tekanan antara kepala janin dan tulang pubis selama persalinan.
4.      Perubahan Sistem Muskuloskeletal
Otot-otot uterus berkontraksi segera setelah partus. Pembuluh darah yang berada di antara anyaman otot-otot uterus akan terjepit. Proses ini akan menghentikan pendarahan setelah plasenta dilahirkan.
5.      Perubahan Sistem Endokrin
Hormon plasenta menurun dengan cepat setelah persalinan. Hormon pituitary akan meningkat dengan cepat,pada wanita tidak menyusui prolaktin menurun dalam waktu 2 minggu. Lamanya seorang wanita mendapat menstruasi  juga dipengaruhi oleh faktor menyusui.
6.      Perubahan Tanda Vital
Disini sushu badan ibu akan naik sedikit akibat kerja keras sewaktu melahirkan, kehilangan cairan dan kelelahan. Denyut nadi sehabis melahirkan biasanya akan lebih cepat. Tekanan darah biasanya tidak berubah,kemungkinan tekanan darah akan lebih rendah  setelah ibu melahirkan akibat perdarahan. Keadaan pernapasan selalu berhubungan dengan suhu dan denyut nadi. Bila suhu dan nadi tidak normal maka ernapasan juga akan mengikutinya.

E.     Proses adaptasi psikologi ibu masa nifas
1.      Periode Taking in
Periode ini terjadi 1-2 hari sesudah melahirkan. Ibu baru pada umumnya pasif dan tergantung, perhatiannya tertuju pada kekhawatiran akan tubuhnya. Ia mungkin akan mengulang-ulang menceritakan pengalamannya waktu melahirkan.
2.      Periode Taking Hold
Periode ini berlangsung pada hari ke 2-4 post partum. Ibu  menjadi perhatian pada kemampuannya menjadi orang tua yang sukses. Pada masa ini ibu biasanya agak sensitif dan merasa tidak mahir dalam  melakukan hal-hal tersebut.
3.      Periode Letting Go
Periode ini biasanya terjadi setelah ibu pulang kerumah. Periode ini pun sangat berpengaruh terhadap waktu dan perhatian yang diberikan oleh keluarga. Depresi post partum biasanya terjadi pada periode ini.

F.     Kebutuhan dasar ibu masa nifas
1.      Kebutuhan Ibu Menyusui
Kualitas dan jumlah makanan yang di konsumsi akan sangat mempengaruhi produksi ASI. Ibu menyusui harus mendapatkan tambahan zat makanan sebesar 800 kkal yang digunakan untuk memproduksi ASI dan untuk aktivitas ibu sendiri. Pemberian ASI sangat penting karena ASI adalah makanan utama bayi. Dengan ASI, bayi akan tumbuh sebagai manusia yang sehat.
2.      Ambulasi Dini ( Early Ambulation)
Ambyulasi dini adalah kebijaksanaan untuk selekas mungkin membimbing pasien keluar dari tempat tidurnya dan membimbingnya untuk berjalan.
3.      Eliminasi : Buang air kecil dan besar
Dalam 6jam pertama post partum, pasien sudah harus dapat buang air kecil. Semakin lama urine tertahandalam kandung kemih maka dapat mengakibatkan kesulitan pada organ perkemihan misalnya infeksi. Dalam 24 jam pasien juga sudah dapat buang air besar karena semakin lama feses tertahan dalam usus maka akan semakin sulit buang air besar secara lancar.
4.      Kebersihan Diri
·         Menjaga kebersuhan sekuruh tubuh untuk mencegah infeksi dan alergi kulit pada bayi.
·         Membersihkan daerah kelamin dengan sabun dan air.
·         Mengganti pembalut setiap kali darah sudah penuh atau minimal 2 kali dalam sehari.
·         Mencuci tangan dengan sabun dan air setiap kali selesai membersihkan daerah kemaluan.
·         Jika mempunyai luka episiotomi, hindari utnuk menyentuh daerah luka.
5.      Istirahat
Ibu post partum sangat membutuhkan istirahat yang berkualitas untuk memulihkan kembali keadaan fisiknya.
6.      Seksual
Secara fisik aman untuk melakukan hubungan begitu darah merah berhenti dan ibu dapat memasukkan satu atau dua jarinya ke dalam vagina tanpa rasa nyeri.
7.      Latihan atau Senam Nifas
Latihan senam nifas di lakukan seawal mungkin dengan catatan ibu menjalani persalinan dengan normal dan tidak ada penyulit post partum. Manfaat senam nifas melancarkan sirkulasi darah, mengembalikan kekuatan otot perut dan panggul, mengurangi keluhan sakit punggung.
G.    Tindak lanjut asuhan masa nifas dirumah
1.      6 hari post partum
Biasanya pada periode 6 hari post partum, pasien yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk memeriksakan kesehatan dirinya sekaligus bayinya.
2.      2 minggu post partum
Dalam kunjungan ini, bidan perlu mengevaluasi ibu dan bayi. Pengkajian terhadap ibu meliputi :
·             Persepsi tentang persalinan dan kelahiran
·             Kondisi payudara
·             Asupan makanan
·             Nyeri, kram abdomen
·             Adanya hemoroid
·             Tingkat aktivitas saat ini
·             Respon ibu terhadap bayi
Pengkajian terhadap bayinya meliputi :
·         Bagaimana dengan suplai ASI nya
·         Pola berkemih dan buang air besar
·         Warna kulit bayingkeadaan tali pusat
·         Keadaan genital
3.      6 minggu post partum
Pengkajian melalui anamnesa seperti pada kunjungan 2 minggu post partum di tambah permulaan hubungan seksual, metode KB yang di inginkan, riwayat KB yang lalu, adanya gejala demam, keadaan payudara, fungsi perkemihan,latihan pengencangan otot perut.
H.    Komplikasi masa nifas 
Komplikasi masa nifas biasanya jarang di temukan selama pasien mendapatkan asuhan yang berkualitas , mulai dari masa kehamilan sampai dengan persalinannya. Beberapa kemungkinan komplikasi masa nifas yang meliputi :
·         Pendarahan per vaginam
·         Robekan jalan lahir
·         Retensio plasenta
·         Tertinggalnya masa nifas
·         Inversio uteri
BAB III
KASUS
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS NORMAL
NY”F” POST PARTUM HARI KE -7
DI RUMAH SAKIT RAJAWALI CITRA
PLERET BANJARDADAP POTORONO BANGUNTAPAN BANTUL
No.registar                                          : 086362
Masuk RS./tanggal/pukul                    : 01 februari 2012 / 11.30
Di rawat di ruang                                : -
I.                   PENGKAJIAN DATA, tanggal /pukul :01 feb 2012 
A.          BIODATA                          ibu                                   suami
1.      Nama                                   ny.f                                   tn. j
2.      Umur                                  29 tahun                            27 tahun
3.      Agama                               islam                                   islam       
4.      Suku / bangsa                    jawa/indonesia                    jawa/indonesia
5.      Pendidikan                          D3                                        D3    
6.      Pekerjaan                            swasta                               swasta
7.      Alamat                               graha, banguntapan, somenggalan, jambidan. bantul
B.     Data subjektif
1.      Alasan datang
Ibu mengatakan ingin mendapatkan perawatan perinium
2.      Keluhan utama
Ibu mengatakan tidak ada keluhan
3.      Riwayat menstruasi
Menarche : 14 tahun                               siklus : 28 hari
Lama        : 7 hari                                    teratur:  ya
Sifat darah: cair                                      keluhan: tidak ada
4.      Riwayat perkawinan
Status perkawin : menikah syah            menikah ke : 1
Lama                 : 9 tahun                      usia menikah pertama kali : 20 tahun
5.      Riwayat obstetrik : P1 Ao Ah1
Hamil ke
Persalinan
Nifas
Tanggal
Umur kehamilan
Jenis persalinan
Penolong
Komplikasi
Jk
BB lahir
Laktasi
Komplik asi
1
27 jan 12
40 mggu
Spontan
bidan
Tidak ada
lk
2200
Ya,1.5 th
Tidak ada































6.      Riwayat kontrasepsi yangb digunakan
No

Pasang
Lepas

Jenis kontrasepsi
Tanggal
Oleh
Tempat
Keluhan
tanggal
Oleh
Tempat
Alasan




















































7.      Pola pemenuhan kebutuhan masa nifas
a.       Nutrisi
Makan                                                             Minum
      Frekuensi         : 3x/ hari                                  Frekuensi         : 6-7 gelas/hari
      Jenis                : nasi, sayur, lauk                     Jenis                : Air putih, teh
      Porsi                : 1 piring                                  Porsi                : 1 gelas
      Pantangan       : tidak ada                               Pantangan       : tidak ada
      Keluhan           : tidak ada                               Keluhan           : tidak ada
b.      Eliminasi
BAB                                                                BAK
Frekuensi         : 1x/ hari                                  Frekuensi         : 6x/ hari
Warna              : Kuning                                  Warna              : Kuning jernih
Konsistensi      : Lunak                                    Konsistensi      : Cair
Keluhan           : tidak ada                               Keluhan           : tidak ada
c.       Istirahat
Tidur siang                                                      Tidur malam
Lama               : 1 jam/hari                              Lama               : 8jam/hari
Keluhan           : tidak ada                               Keluhan           : tidak ada
d.      Aktivitas
Ibu menyusui bayinya
Ibu mengatakan sudah melakukan oekerjaan rumah tangga, seperti          memasak, menyapu, dan membersihkan rumah.
Ibu mengatakan sudah bisa merawat bayinya sendiri

8.      Riwayat kesehatan
a.       Penyakit yang pernah/sedang di derita (menular,menurun dan menahun)
Ibu mengatakan tidak pernah atau sedang menderita penyakit menular (TBC,PMS),menurun (Asma,hipertensi,DM) dan menahun (Jantung, ginjal).

b.      Penyakit yang pernah/sedang diderita keluarga (menular,menurun dan menahun)
Ibu mengatakan baik dari pihak keluarga ibu maupun suami tidak ada yang pernah atau sedang menderita penyakit menular (TBC, PMS), menurun ( Asma,hipertensi,DM) dan menahun (Jantung, ginjal).

c.       Riwayat operasi
Ibu mengatakan belum pernah menjalani operasi.
d.      Riwayat alergi obat
Ibu mengatakan tidak memiliki alergi obat
9.      Kebiasaan yang menggangu kesehatan (merokok,minum jamu,minuman beralkohol)
Ibu mengatakan tidak mempunyai kebiasaan yang merugikan kesehatan seperti merokok, minum jamu, minuman beralkohol
10.  Data psikososial, spiritual dan ekonomi ( penerimaan ibi/suami/keluarga terhadap kelahiran, dukungan keluarga, hubungan dengan suami/keluarga/tetangga, kegiatan ibadah, kegiatan sosial, keadaan keluarga ekonomi.
-          Ibu mengatakan bahagia atas kelahiran putra pertamanya
-          Ibu mengatakan suami dan keluarga bahagia atas kelahiran bayinya
-          Ibu sudah memberikan ASI dan berencana memberkan asi eksklusif selama 6 bulan
-          Ibu rajin sholat 5 waktu sehari

C.     DATA OBJEKTIF
1.pemeriksaan umum  :
Keadan umum             : baik                          kesadaraan: composmentis
Status emosional         : stabil
Tanda vital
Teanan darah               :110/80                        nadi: 80 x/menit
Pernafasaan                 : 17 x/ menit                suhu : 36,5◦c
BB                               : 63 kg                         TB : 159
 2. pemeriksaan fisik
Kepala       : mesocephal, ukuran sedang, tidak pembengkakan atau massa, kulit kepala                         bersih
Wajah       : oval, simetris, tidak ada pembengkakan, tidak ada bekas luka
Mata       : simetris, konjungtiva merah muda, tidak ada lesi, tidak ada perdarahan
Hidung   : tidak ada polip, tidak ada sekret
Mulut      : tidak stomatitis, lembab, tidak ada caries gigi, gusi tidak brdarah
Telinga    :  simetris, tidak ada serumen
Leher       : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, parotis, limfe, dan vena jugularis
Dada         :  tidak ada retraksi dinding dada, tidak ada wheezing
Payudara  : simetris, puting susu menonjol, keluar ASI, terjadi hyperpigmentasi pada
                     aerola
Abdomen : tidak ada bekas luka operasi, TFU 2 jari diatas shimpisis
Ekstremitas
Atas        : gerakan aktif, tidak ada odema, tidak ada varises
Bawah   : gerakan aktif, tidak ada odema, tidak ada varises
Genitalia  : tidak ada pembesaran kelenjar bartholini, tidak ada varises, tidak ada odema
Jahitan dalam : ada jahitan, jahitan jelujur
Jahitan luar    : kering, jahitan satu
Lochea          : sanguinolenta, warna merah kecoklatan
Anus            :  tidak ada hemoroid
3.  Pemeriksaan penunjang
        Tidak dilakukan
4. Data penunjang
    Riwayat persalinan
    Tanggal                   : 27  januari 2012                    jam: 05.00 wib
    Massa gestasi          : 40 minggu
    Komplikasi              : tidak ada
    Plasenta                   : lengkap
a.       Lahir                : spontan
b.      Berat               : gram
c.       Tali pusat         : panjang : 50 cm              insersio : sentralis
Perenium
a.       Robekan di                  : derajat 2
b.      Jahitan dalam              : jelujur benang catgut
c.       Jahitan luar                  : 1 benang catgut
Lama persalinan
Kala I     :   4 jam   -   menit           perdarahan      0          cc
Kala II   :   -  jam 30  menit           perdarahan      100      cc
Kala III  :   -  jam  15 menit           perdarahan      100      cc
Kala IV  :   2 jam  -    menit           perdarahan      40        cc
Nilai APGAR : 1 menit : 7           5 menit: 8        10 menit:9

II.                INTERPRETASI DATA
A.    Diagnosa kebidanan
Seorang ibu P1 Ao Ah1 post partum hari ke -7 normal
Data dasar:
DS : ibu mengatakan baru melahirkan pertama kali
        Ibu mengatakan belum pernah abortus
        Ibu mengatakan melahirkan bayinya pada tanggal 27 januari 2012 
        pukul 05.00
DO:  tekanan darah:110/80                 nadi:80x/menit            suhu:36,5◦c
         Pernafasaan: 17x/menit              BB: 63 kg                    TB : 159
         Lochea : sanguinolenta, warna merah kecoklatan.
         TFU : 2 jari diatas shimpisis
B.     Masalah
Tidak ada
III.             IDENTIFIKASI DAN ANTISIPASI DIAGNOSA POTENSIAL
Tidak ada
IV.             TINDAKAN SEGERA
a.   Mandiri
Tidak ada
b.  Kalaborasi
Tidak ada
c.   Merujuk
Tidak ada
V.                PERENCANAAN
1.      Beritahu keadaan ibu
2.      Beritahu ibu tanda bahaya pada masa nifas
3.      Mematiskan uterus berjalan normal, tidak ada perdarahan abnormal, tidak ada bau
4.      Memberikan konseling tentang gizi untuk ibu nifas
5.      Ajarkan pada ibu perawatan perinium
6.      Ajarkan pada ibu tentang perawatan tali pusat
7.      Memberikan konseling pada ibu untuk menjaga bayinya tetap hangat
8.      Ingatkan pada ibu untuk selalu mengkonsumsi obat yang telah diberikan
9.      Anjurkan ibu kontrol ulang lagi

VI.             PELAKSANAAN
1.      Memberitahu ibu hasil pemeriksaan bahwa keadaan ibu baik-baik saja, Td: 110/80 mmHg              nadi: 80x/menit           rr:  17x/menit               s:36,5◦c          
2.      Memberitahu ibu tanda-tanda bahaya pada masa nifas diantaranya: inveksi pada vulva, vagina, servik, bekas luka jahitan bernanah dan bengkak, perdarahan, pandangan kabur, bengkak pada wajah dan kaki, payudara bengkak dan bernanah,.
3.      Melakukan palpasi pada abdomen ibu,TFU teraba 2 jari diatas simpisis, perdarahan ibu normal dan tidak berbau.
4.      Memberikan konseling tentang ibu nifas yaitu: makan dengan diet berimbang, cukup karbonhidrat,protein, lemak, dan mineral.

5.      Mengajarkan ibu perawatan perawatan perenium yaitu selalu mengganti pembalut 2-3 x sehari, mengganti celana apabila basah dan kotor,dan selalu mencuci tantan setelah memegang darah genitalia dengan sabun dan air mengalir.

6.      Mengajarkan pada ibu cara merawat tali pusat yaitu tidak diberi apa pun dan hanya dibersihkan dengan air hangat.

7.      Memberikan konseling pada ibu bagaimana cara menjaga bayi tetap hangat yaitu dengan meletakkan bayi di tempat yang hangat, memakaikan pakaian yang kering dan bersih, tidak meletakkan bayi dibawah kipas angin.
8.      Mengingat kan ibu untuk selalu mengkonsumsi obat yang yang telah diberikan amoxilin 3x500 mg, metrodinazol 3x500 mg, asam mefenamat 3x500 mg setelah makan.
9.      Menganjurkan ibu untuk kontrol lagi 6 hari atau bila ada keluhan
VII.          EVALUASI
1.      Ibu legah mengetahui hasil pemeriksaannya
2.      Ibu mengetahui tanda bahaya masa nifas dengan menyebutkan kembali contohnya
3.      Ibu lega mengetahui uterus normal, perdarahan normal dan tidak berbau
4.      Ibu mengerti dan  bisa mengulangi kembali gizi untuk ibu nifas
Ibu bersedia melakukannya.
5.      Ibu telah diberikan pengetahuan tentang cara perawatan luka perinium, ibu paham dan bersedia melakukannya
6.      Ibu megerti dan bisa mengulangi kembali cara perawatan tali pusat dan bersedia melakukannya
7.      Ibu mengerti dan mampu mengulangi kembali cara menjaga bayi tetap hangat dan bersedia melakukannya
8.      Ibu berjanji akan mengkonsumsi obat yang telah diberikan sampai habis

9.      Ibu bersedia kontrol ulang dan bila ada keluhan.

  


BAB IV
PEMBAHASAN

Masa nifas (puerperium) dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu. Wanita yang melalui periode puerperium di sebut puerpura. Nifas berlangsung selama 6 minggu atau 42 hari, merupakan waktu yang di perlukan untuk pulihnya alat kandungan pada keadaan yang normal.
            Masa nifas adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat kandungan kembali, seperti pra hamil . Lama masa nifas ini 6-8 minggu.
            Batasan waktu nifas yang paling singkat tidak ada batasnya, bahkan bisa jadi dalam waktu yang relatif pendek darah sudah keluar sedangkan batasan maksimumnya adalah 40 hari. Jadi masa nifas adalah masa setelah keluarnya plasenta sampai alat-alat reeproduksi pulih seperti sebelum hamil dan secara normal masa nifas berlangsung selama 6 minggu atau 40 hari. Selama masa pemulihan tersebut berlangsung, ibu akan mengalami banyak perubahan, baik secara fisik maupun psikologis sebenarnya sebagian besar bersifat fisiologis namun jika tidak dilakukan pendampingan melalui asuhan kebidanan maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi keadaan patologi.
            Masa ini merupakan masa yang cukup penting bagi tenaga kesehatan untuk selalu melakukan pemantauan karena pelaksanaan yang kurang maksimal dapat menyebabkan ibu mengalami berbagai masalah, bahkan dapat berlanjut pada komplikasi masa nifas seperti sepsis puerpuralis. Jika di tinjau dari penyebab kematian para ibu, infeksi merupakan penyebab  kematian terbanyak nomor dua setelah perdarahan sehingga sangat tepat jika para tenaga kesehatan memberikan perhatian  yang tinggi pada ini.




BAB V
PENUTUP

Kesimpulan
            Dari kasus ibu nifas di atas pemberian asuhan kebidanan mulai dari pengkajian yang meliputi data subyektif dan data obyektif, interpretasi data, diagnosa potensial, antisipasi tindakan segera, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.


Saran
1.      Bagi institusi
Di harapkan rumah Sakit Umum Rajawali Citra mempertahankan pelayanan yang di berikan.
2.      Bagi klien dan keluarga
Kerja sama klien dan keluarga lebih di tingkatkan sehingga menghasilkan asuhan kebidanan yang berkualitas.
3.      Bagi mahasiswa
Mengambil pengalaman  di lahan agar dapat menambah wawasan dalam melakukan suhan kebidanan khususnya kasus ibu nifas.





DAFTAR PUSTAKA

Arisman, Dr.MB, 2004, Gizi dalam Daur Kehidupan, EGC, Jakarta., 32-39
Bennet, V.R dan Brown, L.K, 1996, Myles Text Book for Midwifes, Edisi 12, Churcil Livingstone, London, UK.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar